NQF (National Qualification Framework)

Catatan dari Acara Seminar dan Rapat Pengurus Pusat – Wil 4 APTIKOM

Oleh : Solikin WS.,M.T. (Sekretaris Aptikom Wilayah IV Jawa Barat dan Banten)

Pengantar

Acara Seminar dan Rapat Pengurus Pusat Aptikom dan Wilayah IV Jawa Barat dan Banten ini dalam rangka persiapan pembahasan tentang NQF (National Qualification Framework) Meeting Dikti pertengahan Agustus 2009. Acara ini juga merupakan tindak lanjut dari putaran-putaran pertemuan Aptikom baik dengan Mendiknas, Dirjen Dikti maupun pertemuan-pertemuan Pengurus Pusat, antara lain (Notulen terlampir) : 1) Rapat Aptikom Wil4 dengan Pengurus Pusat APTIKOM Senin, 4 Mei 2009 pk. 16.00-19.30 wib Mountain View Dago Resort Bandung 2) AUDIENSI Aptikom dengan Dir. Sarana Akademik DIKTI Selasa, 19 Mei 2009 pk. 14.00-16.00 wib Tempat Ruang Rapat Dir. Sarana Akademik Dikti Gedung DIKTI Lt-7 Jakarta 3) Lokakarya Rencana Uji Coba Implementasi e-Bursa APTIKOM Senin-Selasa/22-23 Desember 2008, pk.10.00 WIB-Selesai Auditorium Ditjen DIKTI Lt-2 Gedung D Depdiknas 4) Rapim Aptikom Oktober 2008 5) Rakornas Aptikom Batam 26-28 Agustus 2008 6) Rapim Aptikom Desember 2007 7) Presentasi Depdiknas April 2007 8) Rakornas Aptikom Bali 31 Agustus-2 September 2007 9) Munas Aptikom Bandung 24-26 Desember 2006 Acara Seminar dihadiri oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari Pengurus Pusat Aptikom, Pengurus Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Koordinator Komisariat se Wil.IV, Dosen Tetap dan Dosen LB Politeknik Telkom Bandung. Sedangkan rapat pengurus Pusat dan Wilayah IV di hadiri oleh 26 orang pengurus. Pada kesempatan ini bertindak sebagai tuan rumah (Host) adalah Politeknik Telkom Bandung. I. Seminar Pengembangan Kurikulum ICT dan Pendidikan Berbasis ICT Pembicara : Prof.Dr.R. Eko Indrajit (Ketua Umum Aptikom) : Dr.Zaenal Hasibuan (Sekjen Aptikom / Ketua Harian Detiknas) Waktu : Senin 10 Agustus 2009, 09.00-12.00 Wib Tempat : Kampus Politeknik Telkom Bandung Materi : Pada kesempatan ini Dr. Zaenal Hasibuan memaparkan makalah tentang Pengembangan Kurikulum TIK Yang Relevan untuk Dunia Usaha/Industri . Oleh : Zainal A. Hasibuan Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia Seminar Pengembangan Kurikulum TIK Politeknik Telkom Bandung, 10 Agustus 2009 Agenda ; • Latar Belakang • Perkembangan Dunia Pendidikan TIK • Peran Strategis TIK • Strategi Pengembangan Industri TIK • Peran Pendidikan Tinggi untuk Pengembangan TIK • Kualifikasi SDM TIK • Model Incubator TIK • Pengembangan Kurikulum TIK? • Penutup Latar Belakang: Perkembangan TIK • Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) semakin strategis dalam berbagai sektor kegiatan • Industri TIK: komputer, content, dan komunikasi semakin konvergen ke teknologi multimedia interaktif dan tumbuh dgn amat pesat • Keselarasan strategi bisnis dengan strategi TIK semakin kuat • Kebutuhan akan produk HW dan SW semakin meningkat • Kebutuhan akan SDM TI meningkat Perkembangan Dunia Pendidikan yang Terkait dengan TIK • Ada sekitar 800 dari 2900 perguruan tinggi memiliki program studi (prodi) yang terkait dengan TIK • Menurut ACM, IEEE, dan AIS ada 5 prodi yang berasal dari “pohon ilmu” yang terkait dengan TIK: – Electrical Engineering, Computer Engineering, Computer Science, Software Engineering, Information System, dan Information Technology • Ada sekitar 50.000 lulusan TIK setiap tahun – Kualitas lulusan TIK di Indonesia masih belum bisa memenuhi tuntutan lapangan kerja TIK Peran Strategis TIK dan Realitas Industri TIK • Sektor industri yang semakin mengutamakan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas • Komponen import TIK yang besar, sementara kemampuan semakin terbatas • Kebanyakan industri TIK Indonesia berupa small and medium scale enterprises (SME) • Peluang industri TIK masih terbuka lebar sebagai : IT-producing, IT-Using, Non-IT “Hal ini merupakan potensi pasar yang besar bagi penggunaan TI maupun penghasil TI. Kalau tidak dimanfaatkan, maka kita akan menjadi pasar yang empuk bagi pihak asing” Strategi Pengembangan Industri TIK Yang Sesuai Untuk Indonesia Peranan Institusi Pendidikan Dalam Pengembangan TIK • Memperkuat bekal pengetahuan dasar lulusan sehingga dapat meningkatkan daya adaptif. – Membangun kurikulum yang berorientasi pasar kerja • Memperkaya bekal pengetahuan aplikatif lulusan sehingga dapat mempersingkat waktu ”learning curve” – Menawarkan ketrampilan (hard skill) dalam pemrogaman C++, Java, dot net, dll. • Mencari tahu kualifikasi software engineer yang dibutuhkan pasar (dunia industri). • Membuat incubator business TIK sebagai laboratorium ”riil” sebagai persiapan masuk ke dunia industri TIK. Berbagai Posisi TIK di dunia Industri • CIO/VICE PRESIDENT • DIRECTOR OF INFORMATION SYSTEMS • INFORMATION SYSTEM MANAGER • APPLICATIONS DEVELOPMENT MANAGER • TECHNICAL SERVICES MANAGER • SOFTWARE ENGINEER • WEB DEVELOPER • PROGRAMMER/ANALYST (CLIENT SERVER) • PROGRAMMER/ANALYST (MIDRANGE/MAINFRAME) • PROGRAMMER (JUNIOR LEVEL) • SOFTWARE QA TEST ANALYST • BUSINESS ANALYST • Etc. Kualifikasi SDM TIK yang Perlu Dikembangkan • Penguasaan bahasa pemrograman generasi ke-3 (C, C++, Java) & bahasa-bahasa scripting (Javascript, ActiveX) • Penguasaan akan middleware (CORBA, DCOM) & DBMS (Oracle, MS/SQL Server) • Pengetahuan akan sistem jaringan & sistem terdistribusi • HTML, VRML, XML, WML, dll. SDM Indonesia: kisah sukses • Indo.com • Kompas.com, Detik.com, Republika.co.id masuk dalam 10 besar situs Web terpopuler • PT Realta Chakradarma menghasilkan paket-paket aplikasi akuntansi, restoran, hotel, personalia, untuk kebutuhan lokal • Jatis.com menyediakan solusi Internet Banking bagi perusahaan lokal/regional • BambooMedia.com: untuk content SDM Indonesia: kualitas? • Jumlah banyak, yang dapat direkrut sedikit • Bekal akan pengetahuan dasar tidak cukup • Banyak lulusan merasa perlu mengikuti pelatihan tambahan segera setelah lulus • Lebih banyak artist ketimbang s/w engineer • Kutu-loncat • Brain-drain Pengembangan Kurikulum TI Yang Dinamis • Temukan “niche” didalam kurikulum • Konsultasikan dengan masyarakat pengguna dan asosiasi • Tentukan kompetensi dan skill (hard skills dan soft skills) yang akan diberikan kepada mahasiswa • Sediakan tenaga pengajar yang berkualitas • Sediakan sarana dan prasarana yang memadai Prerequisite to Innovative Curriculum • entrepreneurship can be found in a business environment • creativity can flourish in a university environment • innovation will be best carried out in an R&D environment, in industries and universities  a single place that can comprehensively provide an integrated environment is needed to generate new products/technologies/entrepreneurs (BYM, 2001) Struktur Kurikulum Fasilkom UI • Mata Ajar Umum (11%) • Mata Ajar Wajib Ilmu Dasar (8%) • Mata Ajar Sistem Informasi (55%) • Mata Ajar Pilihan Bidang Minat (9%) • Mata Ajar Pilihan Umum (Termasuk TA 17%) Penutup • Kurikulum TIK harus terus di update, sekurang-kurangnya SAP diperbaharui setiap semester • Kenali lingkungan eksternal anda, dan kenali pengguna – Bali: industri pariwisata – Bandung-Jabar: industri pariwisata, energi, pangan • Tentukan niche dan keunikan prodi anda. – Kemampuan membangun aplikasi parawisata, TIK untuk mendukung kegiatan-2 parawisata yang bisa meningkatkan daya saing usaha di tingkat global Sedangkan Prof.Dr.Eko Indrajit memaparkan makalah tentang NQF. NATIONAL QUALIFICATION FRAMEWORK (NQF) Ireland Germany United Kingdom United Kingdom European Union Sweden Zambia/Zaire SistemPendidikanNasional • Dimensi 1 (Jalur) – Formal, Non Formal, Informal • Dimensi 2 (Jenjang) – Dasar, Menengah, Tinggi • Dimensi 3 (Jenis) – Umum, Kejuruan, Akademik, Profesi, Vokasi, Keagamaan, Khusus • Pendidikan Tinggi: – Bentuk: Akademik, Profesi, Vokasi – Program: Diploma, Sarjana, Magister, Spesialis, Doktor – Penyelenggara: Akademi, Politeknik, SekolahTinggi, Institut, Universitas • Pendidikan Tinggi Informatika: – ICT Worker: PenggerakdanPengembangIndustriInformatika (Providers: Programmers, Analyst, Engineers, Experts, Designers, Auditors, dan lain sebagainya) – ICT Enabled Worker: PenggerakdanPengembangIndustri Lain melaluiKegiatanKeinformatikaan (Users: Managers, Supervisors, Staffs, dan lain sebagainya) II. Rapat Pengurus Pusat dan Wilayah IV Jawa Barat dan Banten MOM PP Aptikom dan Wil4 Senin, 10 Agustus 2009, 12.00-14.30 wib Tempat R.Rapat Poltek Telkom Bandung Peserta : 1 Eko Indrajit-Ketua Umum Aptikom-SGU 2 Zaenal Hasibuan-Sekjen Aptikom/Ketua Harian Detiknas-UI 3 Iping S-Ketua Wil.IV/ITB 4 Solikin-Sekretaris Wil.IV/STMIK “AMIKBANDUNG” 5 AT Hanuranto-Poltek Telkom 6 Falahah-Univ.Widyatama 7 Hendayun-Univ.Langlangbuana 8 Esmeralda-Unjani 9 Tachbir Hendro-Unjani 10 Tedjo Darmanto-STMIK “AMIKBANDUNG” 11 Restu AW-STMIK Tasikmalaya 12 Witarto-STMIK “AMIKBANDUNG” 13 Iwan Setiawan-UMMI Sukabumi 14 Ahmad Syafa’at-Unsub Subang 15 Sudrajat-STMIK Kharisma Karawang 16 Melany Ulfa 17 Lavarina ST. 18 Tanty A 19 Sugiatno-STMIK Bani Saleh 20 Setia Budhie-STMIK Bani Saleh 21 Hero Suhartono-STMIK Bani Saleh 22 Digyo-Unsub Subang 23 Wina W-STT YBSI Bandung 24 Sonny Fajar-STMIK LPKIA Bandung 25 Erda Guslinar-ITTelkom Bandung 26 Dhinta Dharmantoro (PT.Telkom) Notulen : 1 D1,D2,D3 tidak boleh ada di Universitas? 2 Perlu ada kajian lebih dalam untuk jenjang S1 (Strata) dan Diploma (Vokasi) 3 Bagaimana persoalan mhs yang mengambil jalur ‘zig-zag’ alias yg tdk linier? 4 Ada konsep Jalur S1,S2,S3 dan ada D1,D2,D3,D4 dan Magister Vokasi 5 Untuk persiapan meeting dg Dikti ada 2 referensi dari tim Poltek dan Aptikom akan di kombain 6 Bagaimana naskah akademik untuk Strata dan Vokasi 7 Usulan agar penamaan ‘Teknik Informatika’ di buang kata2 ‘Teknik’-nya sehingga hanya ada penamaan jur ‘Informatika’ 8 NQF vs PS : usul solusi ada e-Bursa Aptikom 9 Aptikom sedang memperjuangkan payung hukum bagi pelaksanaan e-Bursa 10 e-Bursa ingin di uji coba secara terbatas pd beberapa PT misal utnuk MK e-Commerce Ada usulan agar DetikNas mengeluarkan surat2 edaran yg terkait dg e-learning / e-bursa bersama2 dg Diknas 12 Walau demikian poin 10 tsb perlu dikaji apa dampaknya akan lebih baik (new value) atau tidak 13 Masukan acara Demo e-Bursa : a. Mohon ujian diperhatikan dikhawatirkan ada perjokian, namun demikian memang ujian pak Menteri mintanya secara manual b. Push e-Bursa Aptikom, akan dilengkapi proposal dg NQF c. Action plan sgr utk uji coba e-Bursa, wil4 akan cb identifikasi mk apa yg akan di ujicobakan 14 Aptikom akan segera menerbitkan surat-surat yang di butuhkan : a. Surat yang terkait dg penamaan Jur Ilmu Komputer / Informatika b. Surat Endorsman utk e-Bursa c. Surat Panduan utk Asesor BAN-PT terkait dg e-Bursa d. Surat penjelasan Nomor klatur kerja utk deplu e. Surat untuk Gelar lulusan Bid.Informatika f. Surat yang terkait dengan Kode EPSBED   Lampiran Notulen : 1) Rapat Aptikom Wil4 dengan Pengurus Pusat APTIKOM Senin, 4 Mei 2009 pk. 16.00-19.30 wib Mountain View Dago Resort Bandung Peserta Rapat : Aptikom Pusat : (1) Eko Indrajit (SGU) (2) Zainal Hasibuan (UI) (3) Yusuf Arifin (Unpas) Aptikom Wilayah : (1) Iping Supriana S (ITB) (2) Solikin (STMIK “AMIKBANDUNG”) (3) Falahah (Utama) Anggota Wil 4 : (1) STMIK AMIKBandung (Bambang Eko Putranto, Aswan) (2) Unikom (Mira Kania S) (3) Unjani (Esmeralda) (4) STT YBSI (Wina W) (5) STMIK Bani Saleh (Sri Setio, Sugianto) (6) Unla (Hendayun) (7) Poltekpos (Hariandi Maulid) (8) Unv Pasim (Rahmat) (9) Unpas (Ayi Purbasari) PT.Telkom : (1) Teddy (2) Kartini (3) Eko (4) Tanti Agenda : (1) Penataan Prodi (2) E-Bursa Penataan Prodi : (1) atas fenomena / kasus nama prodi ifokom yang berbeda-beda berada di bawah naungan ‘cantolan’ yang berbeda-beda padahal terkadang isi / kurikulumnya sama dan di kaitkan dengan kodifikasi EPSBED, maka (2) akan dilakukan penataan prodi dengan menggunakan 2 pendekatan yaitu (a) Nama Prodi yang di ubah atau (b) Kurikulum yang di ubah (3) penataan terutama untuk program strata (S1) (4) acuan pada ACM IEEE (5) rumusan akan di buat oleh Aptikom dan di sampaikan ke pemerintah melalui dirjen DIkti (6) Dirjen dikti di harapkan akan mengeluarkan SE (Surat Edaran) atas masalah penataan prodi Ifokom dan terkait juga dengan kodifikasi EPSBED (7) Tgl 20 Mei 2009 perwakilan Prodi dari Wil 4 dan 3 akan di undang ke Jakarta untuk bertemu Dirjen Dikti untuk masalah tersebut diatas e-Bursa : (1) uji coba eBursa mulai skr sampai Juni 2009 (2) bahan yang sdh ada dari tiap peserta rapat di kumpulkan saja dan finalisasi akan dilakukan oleh tim UI dan PT Telkom (3) pengembangan aplikasi eBursa yang dikembangkan oleh Tim Aptikom melalui Tim UI dan PT.Telkom sudah jadi (4) peluncuran eBursa rencana akan dilakukan oleh Dirjen Dikti dan Mendiknas pada bulan Juni 2009 (5) pengumpulan materi akan dilakukan melalui roadshow pengurus pusat ke daerah-daerah (6) setelah pengumpulan materi di wil 4 pd tgl 4 Mei, menyusul wil 3 pada Rabu 6 Mei di Jakarta seterusnya menyusul wilayah-wilayah lain (7) bagi rekan-rekan di wil 4 yang belum mengumpulkan harap segera paling lambat tgl 18 Mei 2009 melalui Sekretaris Aptikom Wil.4 (8) eBursa di rencanakan mulai di implementasikan bulan November 2009 (9) pemberlakukan eBursa akan di lakukan melalui SK Dirjen Dikti 2) Notulen Acara AUDIENSI Aptikom dengan Dir. Sarana Akademik DIKTI Selasa, 19 Mei 2009 pk. 14.00-16.00 wib Tempat Ruang Rapat Dir. Sarana Akademik Dikti Gedung DIKTI Lt-7 Jakarta Di hadiri oleh : Dir. Sarana Akademik DIKTI : Dr.Ilah Sailah Peserta Audiensi Aptikom (1) Prof. DR. Richardus Eko Indrajit (Ketua Umum Aptikom) (2) Dr. Zainal Hasibuan (Sekjen Aptikom) (3) Solikin, M.T. (Sekretaris Aptikom Wil 4-STMIK “AMIKBANDUNG”) (4) Mira Kania Sabariah, M.T. (Unikom) (5) Dr.Esmeralda C (Unjani) (6) Wina Witanti,M.T. (STT YBSI) (7) H. Sri Setyo, S.E., M.M. (STMIK Bani Saleh) (8) Sugianto (STMIK Bani Saleh) (9) Lutfi (STMIK Bina Insani) (10) Saepudin Nirwan, M.Kom. (Politeknik Pos Indonesia) (11) AT Hanuranto, Ir.M.T. (Politeknik Telkom) (12) Andrian, M.T. (ITT Telkom) (13) Tati Harihayati M., S.T. (Unikom) (14) Sri Nurhayati, S.Si, M.T. (Unikom) (15) Wartika, M.T. (Unikom) Agenda : (1) Penataan Prodi (2) E-Bursa (3) Persiapan Rakornas Penataan Prodi : (1) Aptikom mengajukan permohonan agar dilakukan peninjauan terhadap Prodi Bidang Informatika agar tidak menimbulkan masalah pada implementasinya. (2) Atas poin (1) Dir.Akademik meminta agar Aptikom membuat LIST OF COMPETENCE (LoC) dan PROFILE Prodi Bid.Informatika dalam bentuk Matrik. Harus ada ‘distink’ antar Prodi termasuk Hard dan Soft Skill-nya. Yang penting adalah learning outcame-nya. (3) Berikan contoh2 Univ yang memiliki masalah terakit dengan rencana penataan prodi tsb. (4) Target paling lambat dalam waktu 1 minggu ke depan surat pengajuan perubahan penataan prodi bid. Informatika plus lampiran matrik LoC dan Profile harus sudah diajukan ke Dirjen Dikti (5) Dirjen Dikti akan menerbitkan Surat Keputusan mengenai hal tersebut e-Bursa : (1) Dir.Akademik sangat menyambut baik rencana implementasi e-Bursa karena di harapkan akan dapat meningkatkan dan memperluas kapasitas pendidikan anak bangsa. Sebelum di launching secara bersama secara luas agar dilakukan uji coba dan presentasi di hadapi Dirjen Dikti (2) Aptikom meminta agar kegiatan upload content e-Bursa dapat di fasilitasi oleh Dirjen Dikti, atas hal tsb Dir.Akademik menyambut baik dan meminta agar ada surat resmi dan proposal. (3) Acara upload dan launching e-Bursa di rencanakan akan dilakukan pada bulan Juni 2009 dan di rencanakan akan mengundang 100 PT Bid.Informatika. (4) Aptikom juga meminta agar segera di terbitkan PP tentang Pendidikan Jarak jauh yang merupakan turunan dari UU Sistem Pendidikan Nasional. Hal tsb terkait dengan implementasi e-Bursa. (5) Dir.Akademik berharap agar Aptikom dapat menjadi contoh implementasi pendidikan jarak jauh dengan menggunakan model e-Bursa bagi bidang ilmu yang lain. Persiapan Rakornas : (1) Dilaporkan oleh Ketua Umum dan Sekjen Aptikom bahwa acara rakornas Aptikom 2009 akan dilaksanakan pada bulan November bertempat di Manado (2) Diharapkan SK Penataan Prodi dan e-Bursa dapat di sosialisasikan pada acara tsb. (3) Dir. Sarana Akademik dan Dirjen Dikti akan mendukung penuh kegiatan Rakornas Aptikom dan akan hadir pada acara tersebut. 3) Lokakarya Rencana Uji Coba Implementasi e-Bursa APTIKOM Senin-Selasa/22-23 Desember 2008, pk.10.00 WIB-Selesai Auditorium Ditjen DIKTI Lt-2 Gedung D Depdiknas Acara Lokakarya di hadiri oleh kurang lebih 60 PT Bid.Informatika se Indonesia atas undangan Dirjen DIKTI. Hadir pada kesempatan tersebut Dirjen DIKTI Fasli Jalal, Founding Father APTIKOM Prof.Suryo Guritno, Prof.Margianti, dan para pendiri lainnya, Partner Aptikom antara lain PT.Telkom, IASA, dll. Hasil Liputan hari 1 eBursa Aptikom Laporan kemajuan APTIKOM untuk dilaporkan ke Bapak Dirjen DIKTI, Sessio 1 : sambutan bapak fasli jalal dirjen dikti. Session 2 : Pak Eko : – Menentukan Model-model e-learning untuk aptikom ada 4 model diuji coba smp juni 2009 + 3 asyncronous : + 1 syncronous1. Asyn yg dipakai di Amerika –> IASA $500 – 5 yg sdh jadi, 2. – smp ec-council National Security Agency ( 1 org indo sertifikasi) . 3. Model kita / k1/inherent —> moodle Reg, nas, inter,4. syncronous tatap muka langsung. Presentation dari IASA : – model e-learning dengan moodle hal 38,aptikom, http://learning.iasahome.org/moodle pwd : aptikom, http://academia.oncourselearning.com, pwd : password, login : s5Demo@easycouncil.org, http://dl2.cs.ui.ac.id/aptikom/, l : user1, p : user1 eBursa Aptikom Hari Ke 2 : Transaksi Mata Kuliah Pada hari ke dua Selasa, 23 Desemver 2008 acaranya Transaksi Mata Kuliah yang langsung di pimpin oleh Ketua APTIKOM Prof. Eko Indrajit (0818925926). Hasil Transaksi terbanyak yang memberikan Mata Kuliah UGM 12 Mata Kuliah. Untuk mengkonfirmasikan yang mau mengikuti bursa MK hari ini dibuka sampai jam 17.00 hari ini. Hasil eBursa : 131 MK, 89 kelas yang identik dengan 3115 Mahasiswa direncanakan tanggal 11 Februari 2009 seluruh materi sudah terunggah dan akan diresmikan oleh Mendiknas. Acara Selanjutnya pembahasan RAKORNAS APTIKOM 2009 oleh Ibu Simbolon yang akan diselenggarakan di Manado 17-19 November DI Sulawesi Utara. Agenda utama peluncuran e-jurnal aptikom, ceramah mario teguh dengan materi pengembangan diri, James Quik Pengembangan Potensi Kampus. 4) Rapim Aptikom Oktober 2008 5) Rakornas Aptikom Batam 26-28 Agustus 2008 Snapshot RAKORNAS APTIKOM 2008 Batam-Singapore-Malaysia By:Solikin (Sekretaris Aptikom Wil.4 Jawa Barat dan Banten) “Peserta Rakornas Aptikom 2008 sebanyak 219 orang sedangkan peserta yang akan melakukan studi ke Singapura dan Malaysia sebanyak 197 orang yang berasal dari seluruh PT Informatika dan Komputer se Indonesia dari Sabang sampai Merauke” demikian laporan ketua panitia rakornas tahun 2008 Batam Bapak Tony Wangdra yang juga Ketua STMIK Putera Batam. Rakornas kali ini di gelar di Goodway Hotel Batam dan Aula Kampus UTM (University Technology of Malaysia). Pada hari pertama (26/8) dan kedua peserta menginap di Hotel Goodway dan Hotel Harmoni Jl. Imam Bonjol Nagoya – Batam, sedangkan pada hari ketiga peserta menginap di Hotel Goog Hope Johor Bahru Malaysia. Hadir pada kesempatan pembukaan Rakornas yaitu Ketua Umum APTIKOM Eko Indrajit, Sekjen APTIKOM Zainal A. Hasibuan, GM Entreprise PT Telkom Paulus Fudy Eddi Janto, Wakil Walikota Batam Ria Saptarika, Anggota DPD-RI Aida Ismeth yang juga istri Gubernur Kepri, Asisten Gubernur bidang Ekonomi dan Pembangunan Noraida Mochsen, Rektor Universitas Putera Batam Adji Joyo dan GM Kandatel Rikep Mulyanta. Acara Rakornas APTIKOM berlangsung mulai 26-29 Agustus 2008 yang dibuka secara resmi oleh Nuraida Mochsen. Pada kata sambutannya Ketua Umum APTIKOM mengatakan bahwa mulai September 2008 nanti, seluruh kampus yang tergabung dalam Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) bisa menikmati resource sharing learning system. Untuk tahap pertama, minimal ada 12 SKS atau 9 mata kuliah yang bisa langsung e-learning melalui fasilitas internet. Semua fasilitas e-learning disediakan oleh PT Telkom termasuk modul housenya. Sehingga kampus-kampus tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pengadaan alatnya. Menurut Eko Indrajit, APTIKOM yang berdiri tahun 1993 dulu beranggotakan 8 kampus tapi saat ini sudah mencapai 720 universitas. Dari sejumlah kampus itu terdapat 1500 program studi dengan total mahasiswanya dari D1 hingga S3 mencapai 600.000 orang. “Rata-rata kelulusan ada 50 ribu alumni per tahun. Padahal Singapura bisa meluluskan 600 ribu per tahun,” kata Indrajit. Dijelaskannya, Mendiknas telah meminta APTIKOM menjadi pilot project untuk menyelenggarakan e-learning diantara kampus provider dengan para user atau kampus yang telah terakreditasi prodinya oleh BAN PT. Ada empat bidang studi unggulan yang diharapkan oleh Mendiknas bisa mempercepat kemajuan teknologi Indonesia. Yaitu Informatika, Pariwisata, Maritim dan Kesehatan. Hadir pada acara pembukaan dekan Fakultas Informatika dari Universitas Teknologi Malaysia Prof. Abdul Hanan Abdullah yang juga telah menjalin kerja sama dengan APTIKOM untuk hal yang sama. Beberapa mata kuliah pilihan yang akan sharing antarperguruan tinggi antara lain IT Audit, IT Security, e-goverment, e-Commerce dan lain-lain. Pada hari ke dua (27/8) di isi dengan acara seminar dan pemaparan call paper internasional. Acara seminar Internasional menghadirkan pembicara dari UTM Prof. Abdul Hanan Abdullah, NUS (Nangnyang University) Asc. Prof. Stephane Bressan, Sekretaris BAN PT Dr. Adil Basuki Ahza, Kepala Pustekkom Dr. Lilik Gani. Ke esokan harinya pada hari ke tiga (28/8) seluruh peserta studi menuju ke pelabuhan Batam (Batam Center Harbour) tepat pk 05.00 WIB. Tepat pk.06.00 wib kapal ferry lepas labuh menuju pelabuhan Singapore yang ditempuh dalam kurun waktu 1,5 jam. Tepat pk. 7.30 atau 8.30 waktu Singapore ferry merapat dengan diiringi rintik-rintik hujan setelah sebelumnya ferry di guyur hujan cukup lebat di perairan laut lepas menuju Singapore. Karena dating terlalu pagi untuk sementara peserta di lepas keliling-keliling di komplek pertokoan atau Malll Pelabuhan, jeprat-jepret kilatan fotopun berhamburan dari seluruh peserta studi. Setelah kurang lebih 35 menit berada di pelabuhan akhirnya peserta naik Bus menuju kawasan Orchid untuk melakukan Gathering at Queen Street, Singapore. Sedangkan 30 orang delegasi khusus mengadakan kunjungan ke NTU. Sekitar pk. 18.15 WSG peserta kembali naik bus melanjutkan perjalanan menuju ke Johor Bahru Malaysia. Setelah lepas dari pengecekan kantor imigrasi Malaysia tersiar kabar ada satu rekan peserta yang menemui hambatan dan di pulangkan ke tanah air. Sekitar pk. 20.30 sampai di Hotel Good Hope Johor Bahru Malaysia dan seluruh peserta setelah menunggu kehadiran pak Ketua Panitia (yang mengurus hambatan satu rekan yang dipulangkan) pada pk. 21.00 WMY seluruh peserta beristirahat. Pada hari terakhir (ke empat 29/8) seluruh peserta menuju ke UTM dan diterima langsung oleh Dekan Fakultas Sistem Komputer dan Maklumat UTM UTM Prof. Abdul Hanan Abdullah beserta jajarannya termasuk para mahasiswa Inonesia yang sedang studi S3 di UTM. Pada acara diskusi banyak peserta yang menanyakan tentang mekanisme jika ingin studi lnjut di UTM. Ketua Umum APTIKOM berjanji akan mengajukan usul ke Dirjen DIKTI agar jika terdapat beasiswa S3 untuk bidang Informatika dan Komputer di serahkan ke APTIKOM dan pihaknya akan melakukan APTIKOM Idol untuk memilih dan menentukan calon mahasiswa yang dianggap layak. ada perjalanan pulang, di atas kapal Ferry Pak Ketua Umum memunculkan gagasan bagaimana kalau Rakornas tahun depan (2009) dilaksanakan di 3 Negara yaitu Hongkong, Macao dan Sensen (maaf kalau salah tulis) yang diamini banyak peserta, semoga terwujud…amin. Tepat pk. 11.30 WMY peserta naik bus menuju ke pelabuhan Stulang Laut Harbour Malaysia menuju ke Batam. Ferry merapat di Pelabuhan Batam tepat pk. 16.00 WIB. 6) Rapim Aptikom Desember 2007 7) Presentasi Depdiknas April 2007 http://www.krak.com http://www.dikti.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=163&Itemid=54 Menggagas Multi Sourcing di Perguruan Tinggi Informatika Ditulis oleh Irwandi Friday, 04 April 2008 Kamis, 3 April, Di ruang Sidang Graha lantai 2 Gedung A Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Tim dari APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) di hadapan Menteri Pendidikan Nasional dan Dirjen Pendidikan Tinggi menyampaikan gagasan Peningkatan Mutu Pembelajaran melalui “multi Sourcing” di Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer di Indonesia. Saat ini Aptikom telah memiliki modalitas jumlah anggota 725 perguruan tinggi, 1,431 program studi, dan 295,820 mahasiswa aktif. Dalam presentasinya Tim APTIKOM melihat saat ini Perguruan Tinggi yang bergerak di bidang Informatika dan komputer dikepung oleh masalah-masalah: dominasi produk dan jasa asing, persaingan global yang ketat, keterbatasan sumber daya, teknologi biaya tinggi dan perkembangan ilmu yang pesat. APTIKOM juga mengutip tantangan nasional pendidikan tinggi secara umum dari pendapat para penentu dan pakar pendidikan. Misalnya pernyataan Dirjen Pendidikan Tinggi, Fasli Jalal yang mengatakan “selama ini pihak industri defensif saja menerima hasil penelitian dari peneliti perguruan tinggi. Mestinya sejak desain penelitian diharapkan dikembangkan dalam bentuk pabrikan…Pernyataan HAR Tilaar, Guru Besar Emeritus UNJ: “perguruan tinggi masih menjadi pabrik pengangguran sehingga terjadi pemborosan dana, waktu dan sumber daya manusia” Salah satu solusi yang ditawarkan oleh APTIKOM menghadapi kepungan berbagai persoalan itu adalah memperkuat jaringan antara APTIKOM dengan menggunakan pendekatan Multi Source melalui mekanisme Shared Resources and Shared Services. Mereka menggunakan kerangka jejaring yang mereka sebut dengan NEXT (National Education Exchange Technology) dengan menggunakan konsep arsitektur teknologi nasional TITAN (The Indonesian Technology Architectural Network). Dalam jaringan ini akan membangun kerjasama dalam 10 flagship aplikasi yang diharapkan dapat diimpelementasikan dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Kesepuluh flagship adalah e-Curiculum, e-Course, e-Reference, e-Research, e-Conference, e-Partnership, e-Certificate, e-Governance, e-Profile, dan e-Marketing. Salah satu manfaatnya nanti bagi mahasiswa jaringan APTIKOM adalah bisa mengambil dan menyelesaikan ragam mata kuliah dengan memanfaatkan Jaringan NEXT ini tanpa lagi ada persoalan ruang dan jarak serta tercatat dalam rekam jejak pengambilan mata kuliah tersebut dengan profesi “information center manager” dari dosen dan institutsi ternama dan ada credit transfer nantinya, serta mendapatkan minor degree. Mimpi-mimpi terakhir APTIKOM dengan modalitas jaringan ini akan dicoba juga menembus jejaring dunia dengan universitas ternama di dunia. Semoga. By Irwandi Komentar (14) Penulis : I Wayan Santiyasa , April 04, 2008 “Multi Sourcing” merupakan solusi sangat baik dalam meningkatkan mutu pembelajaran pada bidang ilmu komputer/informatika mengingat spesialisasi SDM yang beragam dan tersebar di seluruh PT. Dengan demikian setiap PT pengelola ilmu komputer/informatika bisa mengarahkan pendidikan pada MHS secara optimal sesuai dengan visi dan misi secara efisien. Penulis : RZ Abd Aziz , April 07, 2008 ini adalah ide yang sangat baik, jika memang setiap PT dapat bekerja sama dengan melihat kompetensi dan pasarnya masing-masing. Perlu juga pemikiran apakah nantinya diperlukan sebuah kampus virtual dan bagaimana pengakuan setiap subject yang diambil. Penulis : coyanda , April 08, 2008 ini ide yang sangat baik,tapi dalam pelaksanaanya harus dilihat kebutuhan pasar dan Kompetensi yang di butuhkan,dan kembali lagi masalah sarana dan prasarana,jangan sampai tidak menyentuh ke seluruh wilayah. Penulis : GUSTIAN DJUANDA , April 08, 2008 kalau bisa dengan PT LAIN SEPERTI FE/STIE,KRN MEREKA SANGAT BUTUH DAN DLM PRAKTEK SANGAT DIBUTUHKAN.STEKPI MAU JUGA DONG DIAJAK BAHKAN LEMBAGA KURSUS SPT KURSUS PAJAK SIAP BERPARTISIPASI Penulis : Dadang , April 09, 2008 Ide yang sangat baik, kami tunggu aksinya nanti, mudah2an membawa kemajuan bagi SDM Indonesia yang saat ini masih relatif tertinggal Penulis : anton , April 15, 2008 Salute dengan rencana inovatif dan menantang di tingkat implementasinya. Mudah-mudahan secara bertahap dapat terlaksana hingga menjangkau seluruh negeri tercinta. Penulis : sadana , April 17, 2008 Idenya bagus! Kiranya implementasinya juga perlu orang yang bagus. Maksudnya perlu persistensi. Jangan hanya jadi utopia saja. Penulis : M.Said Hasibuan , April 22, 2008 ide yang disampaikan bagus, jika ini diterapkan akan menghapus gap, dan membangun standarisasi pemerataan pendidikan.Semoga Penulis : Supratman Zakir , April 30, 2008 Ide yang luar biasa, saya kira Perguruan Tinggi Agama yang menyelenggarakan program studi Informatika/Komputer perlu juga dilibatkan Penulis : soedito as , May 26, 2008 STMIK Widya Utama Purwokerto sangat mendukung Penulis : zun , July 09, 2008 ide yang bagus, kami dari amik selatpanjang sangat mendukung, selamat untuk aptikom 9) Rakornas Aptikom Bali 31 Agustus-2 September 2007 http://www.beritabali.com/index.php?reg=&kat=iptek&s=news&id=200708210001 [Denpasar.Iptek] 21.08.2007 11:07 Bali Tuan Rumah Rakornas APTIKOM 2007 Denpasar, Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer dan Informatika (APTIKOM) merupakan organisasi yang beranggotakan sekitar 620 perguruan tinggi, atau sekitar 1400 program studi. Sebagai pemasok tenaga kerja, APTIKOM mencoba melakukan sinergi dengan Industri. DR. Eko Indrajit, Ketua APTIKOM dalam undangan yang kirimkan ke seluruh anggotanya, mengagendakan pembahasan tentang kurikulum informatika, kompetensi lulusan, standarisasi gelar, softskill, sertifikasi profesi dan langkah strategis bersinergi dengan industri maupun pemerintah. Evi Triandini, SP. M.Eng, koordinator acara yang juga kepala P3M STMIK STIKOM Bali menyampaikan kepada beritabali bahwa STMIK STIKOM Bali mendapat kehormatan menjadi tuan rumah even besar ini. “Sebagai keynote speech nanti adalah Menteri Kominfo, dan pembicara nanti melibatkan seluruh asosiasi profesi di bidang komputer” ujar Evi. Hingga saat ini sudah terdaftar sekitar 30 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Lebih lanjut Evi menyampaikan, “Selain seminar dan rakornas, acara nanti juga ada pemberian APTIKOM award 2007 kepada Tukul Arwana, atas kontribusinya mempopulerkan perangkat teknologi informasi, yaitu Laptop”. (gus) http://www.detikinet.com/read/2007/08/13/115059/816423/349/ikuti-rakornas-aptikom-2007-di-bali Senin, 13/08/2007 11:50 WIB Ikuti Rakornas APTIKOM 2007 di Bali Donny B.U. – detikinet Jakarta – Keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri (link and match) merupakan keniscayaan. Sebagai pemasok tenaga kerja, dunia pendidikan dalam hal ini perguruan tinggi, haruslah terus melakukan update tentang kebutuhan industri terkini. Untuk itulah maka Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom) berencana ‘mengakrabkan’ dirinya dengan sejumlah asosiasi bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. “Kita ingin terus memetakan sejauh apa dan seperti apa kebutuhan industri terhadap lulusan perguruan tinggi. Jangan sampai tidak ada link and match, yang akhirnya akan berujung pada tidak terserapnya lulusan perguruan tinggi,” ujar Eko Indrajit, Ketua Umum Aptikom, kepada detikiNET, Senin (13/8/2007). Menurut catatan Aptikom, pada 2010 nanti Indonesia akan membutuhkan sekitar 327.813 sumber daya manusia yang bergerak dalam bidang TIK. “Sedangkan secara umum, seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalam Aptikom baru bisa memasok sekitar 20 ribu sdm per tahunnya,” papar Eko. Tentu saja, menurutnya, diperlukan adanya upaya-upaya khusus agar kebutuhan akan SDM tersebut dapat dipenuhi oleh bangsa Indonesia sendiri. RevitalisasiDalam kaitan pemetaan kebutuhan atas SDM tersebutlah maka Aptikom akan menyelenggarakan ‘Rakornas Aptikom 2007 dan Temu Akbar Perguruan Tinggi Informatika Indonesia’. Acara tersebut akan berlangsung pada Jumat sore (31/8/2007) hingga Minggu siang (2/9/2007) di Inna Sindhu Beach Hotel. “Intinya kita akan melakukan revitalisasi potensi dan aktualisasi kontribusi profesi bagi bangsa ini,” ujar Eko. Menurut catatan Eko, setidaknya sudah 10 asosiasi yang mewakili industri bidang TIK yang menyatakan siap untuk hadir di Bali. Sedangkan sejumlah perguruan tinggi juga sudah menyatakan siap untuk hadir dan berdialog dengan perwakilan industri tersebut. Aptikom sendiri beranggotakan sekitar 620 perguruan tinggi, atau sekitar 1400 program studi. “Dalam rakornas nanti akan dibahas antara lain tentang kurikulum informatika, kompetensi lulusan, standarisasi gelar, softskill, sertifikasi profesi dan langkah strategis bersinergi dengan industri maupun pemerintah,” urai Eko. Adapun Rakornas Aptikom 2007 didukung sepenuhnya oleh detikINET sebagai official media partner. Catatan: Bagi perguruan tinggi bidang teknologi informasi, komputer dan informatika yang ingin menghadiri Rakornas Aptikom 2007, dapat mendownload undangannya di ( dbu / dbu) 10) Munas Aptikom Bandung 24-26 Desember 2006 http://www.detikinet.com/read/2006/11/26/124511/712765/319/saweran-e-learning-dan-reposisi-peran Minggu, 26/11/2006 12:45 WIB Dari Munas APTIKOM Saweran e-Learning dan Reposisi Peran Donny B.U. – detikinet Peserta Munas APTIKOM 2007 (dbu/inet) Bandung – Pada penutupan Musyawarah Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) di Bandung, Sabtu (25/11/2006), diputuskan beberapa rancangan kerja 2007 yang dipercaya dapat merevitalisasi peran APTIKOM. Salah satunya adalah dengan mendorong segera terwujudnya implementasi e-learning. Menurut Eko Indrajit, Ketua Umum APTIKOM yang baru saja terpilih, e-learning tersebut adalah yang saat ini paling selaras dengan program yang diusung oleh Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (DeTIKNas), yaitu di bidang e-education. “e-Learning yang akan kita bangun, akan merupakan hasil saweran dari sejumlah perguruan tinggi yang bersedia turut serta menyusun materinya untuk diakses publik,” ujar Eko kepada detikINET. Jadi, menurut Eko, perguruan tinggi anggota APTIKOM diminta kesediaannya untuk menyusun minimal 1 buah mata kuliah dengan bobot 3 SKS, untuk secara bersama-sama dengan mata kuliah dari perguruan tinggi lainnya ditayangkan di Internet. “Jadi nanti boleh saja mahasiswa dari universitas A mau mengambil mata kuliah tertentu secara online yang materinya diasuh oleh universitas B. Program ini harus bisa jalan pada Januari 2007 nanti,” tambah Eko. Reposisi PeranSelain program e-learning tersebut, APTIKOM juga mencoba melakukan reposisi perannya di 2007. Ketika selama ini perguruan tinggi lebih banyak berdiri sebagai supply-side, maka kini diharapkan perguruan tinggi, khususnya di bidang informatika dan komputer, akan lebih menyerap aspirasi dari kalangan industri sebagai pengguna lulusannya. “Jadi jangan sampai kita meluluskan sekian ribu mahasiswa, tetapi ternyata kebutuhan di dunia kerja tak sesuai dengan kompetensi lulusan tersebut. APTIKOM ingin mendorong perguruan tinggi untuk lebih pada demand-side,” ujar Eko. Untuk itulah, tambahnya, maka APTIKOM akan giat melakukan dialog, diskusi dan lobi dengan sejumlah stake-holder TI di Indonesia, khususnya dari sektor industri. “Selain itu, peran dari setiap koordinator wilayah akan ditingkatkan dan disinergikan untuk mencapai tugas yang diberikan oleh munas kali ini,” tandas Eko. Pada Munas APTIKOM kali ini, dibentuk kepengurusan pusat yang baru. Eko Indrajit, dari STMIK Perbanas dan Swiss-German University, dipilih sebagai Ketua Umum menggantikan Suryo Guritno dari UGM. Selain itu, Zaenal Hasibuan dari Universitas Indonesia ditunjuk sebagai Sekjen menggantikan Tri Kuntoro dari UGM. (dbu) ( dbu / dbu ) LIPUTAN MUNAS APTIKOM 2006 Liputan Munas APTIKOM 23-25 Nopember 2006 di Bandung, selama lebih 3 hari saya mengikuti Acara Munas APTIKOM (Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer) yang diselenggarakan di Majesty Apartment Bandung sebagai tuan rumah kali ini Jurusan Ilmu Komputer Universitas Katholik Parahyangan, acara pembukaan di mulai dengan pembawa acara oleh mas TRI (sekjen APTIKOM) dengan menyanyikan karaoke bersama pak Suryo Guritno (Pak Kepala Suku Aptikom)

Jabar Perlu Menambah Jumlah Politeknik

http://newspaper.pikiran-rakyat.com/prprint.php?mib=beritadetail&id=71557

Jabar Perlu Menambah Jumlah Politeknik

BANDUNG, (PR).- Dibutuhkan penambahan jumlah politeknik di Jawa Barat selaras dengan kebijakan pendidikan yang mendorong pertumbuhan sekolah menengah kejuruan (SMK). Diharapkan, setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu politeknik yang menghasilkan tenaga kerja profesional atau wirausahawan, sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah IV Jabar-Banten Abdul Hakim Halim mengungkapkan, penambahan jumlah politeknik dibutuhkan untuk menampung lulusan SMK yang beberapa tahun mendatang diperkirakan akan membeludak, seiring bertambahnya jumlah sekolah. “Jalur bagi lulusan SMK untuk melanjutkan pendidikan adalah politeknik. Jika jumlah SMK terus bertambah, jumlah politeknik mestinya juga mengikuti,” kata Hakim yang ditemui, Kamis (23/4), di kantornya, Jln. P.H.H. Mustopa Bandung. Kehadiran banyak pilihan politeknik, menurut Hakim, akan membantu lulusan SMK menentukan jenjang profesinya. Dengan menempuh pendidikan di politeknik, mereka dapat memiliki akses bekerja yang lebih lebar karena keahlian yang dimiliki. Data Disdik Jabar menyebutkan, jumlah SMK di Jabar ada 1.120 dan SMA 1.198, tersebar di 26 kabupaten/kota atau jika diperbandingkan 48:52. Akan tetapi, Jabar hanya memiliki 2 politeknik negeri, 32 politeknik swasta, dan 1 politeknik pemerintah daerah, yakni di Indramayu. Angka ini tergolong kecil dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi yang mencapai 480. Padahal, pemprov telah mencanangkan target perbandingan SMK dan SMA pada 2012 menjadi 70:30. Politeknik pemda Perlunya penambahan politeknik juga disuarakan Gubernur Ahmad Heryawan saat meresmikan tiga tempat uji kompetensi (TUK) di Politeknik Negeri Bandung (Polban), akhir pekan lalu. Ketika itu, Heryawan menyampaikan langsung keinginannya kepada Direktur Akademik Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Ditjen Dikti) Illah Sailah. (A-165)*** Penulis: Back

Rapat Pengurus Wilayah Harian

Nomor            : 019/APTIKOM/Wil.IV/030709/S

Lampiran       : 1 (satu) buah

Perihal           : Rapat Pengurus Wilayah Harian

Kepada Yth. Bpk./Ibu/Sdr.

Pengurus Aptikom Wilayah 4 Jawa Barat dan Banten

di

Tempat

Dengan Hormat,

Dengan ini kami mengundang Bpk/Ibu/Sdr. untuk hadir pada Rapat Pengurus  Wilayah Harian pada :

Hari/Tanggal Kamis/09 Juni 2009, Pukul  09.00 WIB – selesai Tempat Ruang Seminar Lantai 2 Kampus Politeknik Telkom  Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu Bandung  40257 Agenda 1. Persiapan Rakornas 2009 di Manado 2. Persiapan Munas 2010 di Bandung   3. Pengembangan Pendidikan Diploma dan Magister Vokasi 4.Lain-lain

Demikian, mengingat pentingnya acara tersebut di atas maka kami berharap Bpk/Ibu/Sdr. dapat hadir tepat pada waktunya. Atas segala perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Bandung, 03 Juli 2009

Ketua,                                                                        Sekretaris,

Iping Supriana Suwardi, Ir. DEA.Dr.Ing.         Solikin, M.T.

Tembusan Yth.

1. ASdr. Dir.Politeknik Telkom Bandung

2. Arsip

Persiapan e-Bursa (Notulen Acara AUDIENSI Aptikom dengan Dir Akademik DIKTI)

Notulen Acara AUDIENSI Aptikom dengan Dir.Akademik DIKTI

Selasa, 19 Mei 2009 pk. 14.00-16.00 wib

Tempat Ruang Rapat Dir.Akademik Lt-7 Gedung DIKTI Jakarta

Di hadiri oleh :

Dir.Akademik DIKTI :  Dr.Ilah Sailah

Peserta Audiensi  Aptikom

(1)    Prof. DR. Richardus Eko Indrajit (Ketua Umum Aptikom)

(2)    Dr. Zainal Hasibuan (Sekjen Aptikom)

(3)    Solikin, M.T. (Sekretaris Aptikom Wil 4-STMIK “AMIKBANDUNG”)

(4)    Mira Kania Sabariah, M.T. (Unikom)

(5)    Dr.Esmeralda C (Unjani)

(6)    Wina Witanti,M.T. (STT YBSI)

(7)    H. Sri Setyo, S.E., M.M. (STMIK Bani Saleh)

(8)    Sugianto (STMIK Bani Saleh)

(9)    Lutfi (STMIK Bina Insani)

(10)Saefudin Nirwan, M.Kom. (Politeknik Pos Indonesia)

(11)AT Hanuranto, Ir.M.T.  (Politeknik Telkom)

(12)Andrian, M.T. (ITT Telkom)

(13)Tati Harihayati M., S.T. (Unikom)

(14)Sri Nurhayati, S.Si, M.T. (Unikom)

(15)Wartika, M.T. (Unikom)

Agenda :

(1)    Penataan Prodi

(2)    E-Bursa

(3)    Persiapan Rakornas

Penataan Prodi :

(1)    Aptikom mengajukan permohonan agar dilakukan peninjauan terhadap Prodi Bidang Informatika agar tidak menimbulkan masalah pada implementasinya.

(2)    Atas poin (1) Dir.Akademik meminta agar Aptikom membuat LIST OF COMPETENCE (LoC) dan PROFILE Prodi Bid.Informatika dalam bentuk Matrik. Harus ada ‘distink’ antar Prodi termasuk Hard dan Soft Skill-nya. Yang penting adalah learning outcame-nya.

(3)    Berikan contoh2 Univ yang memiliki masalah terakit dengan rencana penataan prodi tsb.

(4)    Target paling lambat dalam waktu 1 minggu ke depan surat pengajuan perubahan penataan prodi bid. Informatika plus lampiran matrik LoC dan Profile harus sudah diajukan ke Dirjen Dikti

(5)    Dirjen Dikti akan menerbitkan Surat Keputusan mengenai hal tersebut

e-Bursa :

(1)    Dir.Akademik sangat menyambut baik rencana implementasi e-Bursa karena di harapkan akan dapat meningkatkan dan memperluas kapasitas pendidikan anak bangsa. Sebelum di launching secara bersama secara luas agar dilakukan uji coba dan presentasi di hadapi Dirjen Dikti

(2)    Aptikom meminta agar kegiatan upload content e-Bursa dapat di fasilitasi oleh Dirjen Dikti, atas hal tsb Dir.Akademik menyambut baik dan meminta agar ada surat resmi dan proposal.

(3)     Acara upload dan launching e-Bursa di rencanakan akan dilakukan pada bulan Juni 2009 dan di rencanakan akan mengundang 100 PT Bid.Informatika.

(4)    Aptikom juga meminta agar segera di terbitkan PP tentang Pendidikan Jarak jauh yang merupakan turunan dari UU Sistem Pendidikan Nasional. Hal tsb terkait dengan implementasi e-Bursa.

(5)    Dir.Akademik berharap agar Aptikom dapat menjadi contoh implementasi pendidikan jarak jauh dengan menggunakan model e-Bursa bagi bidang ilmu yang lain.

Persiapan Rakornas :

(1)    Dilaporkan oleh Ketua Umum dan Sekjen Aptikom bahwa acara rakornas Aptikom 2009 akan dilaksanakan pada bulan November bertempat di Manado

(2)    Diharapkan SK Penataan Prodi dan e-Bursa dapat di sosialisasikan pada acara tsb.

(3)    Dir.Akademik dan Dirjen Dikti akan mendukung penuh kegiatan Rakornas Aptikom dan akan hadir pada acara tersebut.

Pembentukan Komisariat 6 Bogor

Hamdalah telah terbentuk Komisariat 6 Bogor melalui Muskom (Musyawarah Komisariat) ke-1 pada hari Rabu, 20 Pebruari 2008 di Univ. Pakuan Bogor (UNPAK) Terpilih sebagai ketua Komisariat 6 Bogor adalah Ibu Prihastuti Harsani, S.Si. Kami atas nama Pengurus Wilayah IV Jawa Barat dan Banten mengucapkan selamat atas terpilihnya Ibu Prihastuti Harsani, S.Si. sebagai Ketua Komisariat 6 semoga di bawah kepemimpinan beliau Komisariat 6 dapat segera Eksis, tumbuh maju dan berkembang. Hadir pada acara Pemilihan yang sekaligus berbarengan dengan Seminar Ketua Umum Aptikom Pusat Bpk. Prof.Dr.Eko Indrajit, Ketua Wilayah IV Jabar dan Banten Bpk. Dr.Iping Supriana S., Sekretaris Wilayah IV, Bpk. SOlikin, M.T., dan Ketua Bidang Perencanaan dan Pembinaan Organisasi Aptikom Wil.IV Bpk. Arief H Suardi. a.n. Pengurus Aptikom Wilayah IV Jbr dan Banten U.b Ketua Wilayah Solikin, M.T. Sekretaris Wilayah

Pembentukan Komisariat 10 Tangerang

Hamdalah telah terbentuk Komisariat 10 Tangerang
melalui Muskom (Musyawarah Komisariat) ke-1 pada hari
Senin, 17 Maret 2008 di STMIK Raharja Tangerang.
Terpilih sebagai ketua Komisariat 10 Tangerang adalah
Bpk. Ir.Untung Rahardja, M.T.I.

Kami atas nama Pengurus Wilayah IV Jawa Barat dan
Banten mengucapkan selamat atas terpilihnya Bpk.
Ir.Untung Rahardja, M.T.I. sbg Ketua Komisariat 10
semoga di bawah kepemimpinan Bpk. Komisariat 10 dapat
segera Eksis, tumbuh maju dan berkembang.

Hadir pada acara pelantikan Ketua Umum Aptikom Pusat
Bpk. Eko Indrajit dan Deputi Bid.Org. Bpk.Tri Kuntoro
dan Ketua Bidang Perencanaan dan Pembinaan Organisasi
Aptikom Wil.IV Bpk. Arief H Suardi.

a.n. Pengurus Aptikom Wilayah IV Jbr dan Banten
U.b Ketua Wilayah

Solikin, M.T.
Sekretaris Wilayah

NB.Insya Allah pada bulan Mei Komisariat 8 (CIANJUR
Karawang,Purwakarta, Subang, dan Sukabumi akan segera
menyusul membentuk Komisariat)

Tindak Lanjut eBursa Aptikom

Notulen Acara Rapat Aptikom Wil4 dengan Pengurus Pusat APTIKOM Senin, 4 Mei 2009 pk. 16.00-19.30 wib Mountain View Dago Resort Bandung Peserta Rapat : Aptikom Pusat : (1) Eko Indrajit (2) Zainal Hasibuan (3) Yusuf Arifin Aptikom Wilayah : (1) Iping Supriana S (2) Solikin (3) Falaha Anggota Wil 4 : (1) STMIK AMIKBandung (Bambang Eko Putranto, Aswan) (2) Unikom (Mira Kania S) (3) Unjani (Esmeralda) (4) STT YBSI (Wina W) (5) STMIK Bani Saleh (Sri Setio, Sugianto) (6) Unla (Hendayun) (7) Poltekpos (Hariandi Maulid) (8) Unv Pasim (Rahmat) (9) Unpas (Ayi Purbasari) PT.Telkom : (1) Teddy (2) Kartini (3) Eko (4) Tanti Agenda : (1) Penataan Prodi (2) eBursa Penataan Prodi : (1) atas fenomena / kasus nama prodi ifokom yang berbeda-beda berada di bawah naungan ‘cantolan’ yang berbeda-beda padahal terkadang isi / kurikulumnya sama dan di kaitkan dengan kodifikasi EPSBED, maka (2) akan dilakukan penataan prodi dengan menggunakan 2 pendekatan yaitu (a) Nama Prodi yang di ubah atau (b) Kurikulum yang di ubah (3) penataan terutama untuk program strata (S1) (4) acuan pada ACM IEEE (5) rumusan akan di buat oleh Aptikom dan di sampaikan ke pemerintah melalui dirjen DIkti (6) Dirjen dikti di harapkan akan mengeluarkan SE (Surat Edaran) atas masalah penataan prodi Ifokom dan terkait juga dengan kodifikasi EPSBED (7) Tgl 20 Mei 2009 perwakilan Prodi dari Wil 4 dan 3 akan di undang ke Jakarta untuk bertemu Dirjen Dikti untuk masalah tersebut diatas e-Bursa : (1) uji coba eBursa mulai skr sampai Juni 2009 (2) bahan yang sdh ada dari tiap peserta rapat di kumpulkan saja dan finalisasi akan dilakukan oleh tim UI dan PT Telkom (3) pengembangan aplikasi eBursa yang dikembangkan oleh Tim Aptikom melalui Tim UI dan PT.Telkom sudah jadi (4) peluncuran eBursa rencana akan dilakukan oleh Dirjen Dikti dan Mendiknas pada bulan Juni 2009 (5) pengumpulan materi akan dilakukan melalui roadshow pengurus pusat ke daerah-daerah (6) setelah pengumpulan materi di wil 4 pd tgl 4 Mei, menyusul wil 3 pada Rabu 6 Mei di Jakarta seterusnya menyusul wilayah-wilayah lain (7) bagi rekan-rekan di wil 4 yang belum mengumpulkan harap segera paling lambat tgl 18 Mei 2009 melalui Sekretaris Aptikom Wil.4 (8) eBursa di rencanakan mulai di implementasikan bulan November 2009 (9) pemberlakukan eBursa akan di lakukan melalui SK Dirjen Dikti

Hasil Liputan eBursa Aptikom

  1. - smp ec-council National Security Agency ( 1 org indo sertifikasi) . 3. Model kita / k1/inherent —> moodle Reg, nas, inter,4. syncronous tatap muka langsung. Presentation dari IASA : – model e-learning dengan moodle hal 38,aptikom, http://learning.iasahome.org/moodle pwd : aptikom, http://academia.oncourselearning.com, pwd : password, login : s5Demo@easycouncil.org, http://dl2.cs.ui.ac.id/aptikom/,  l : user1, p : user1

Pada hari ke dua Selasa, 23 Desemver 2008 acaranya Transaksi Mata Kuliah yang langsung di pimpin oleh Ketua APTIKOM Prof. Eko Indrajit (0818925926). Hasil Transaksi terbanyak yang memberikan Mata Kuliah UGM 12 Mata Kuliah. Untuk mengkonfirmasikan yang mau mengikuti bursa MK hari ini dibuka sampai jam 17.00 hari ini. Hasil eBursa : 131 MK, 89 kelas yang identik dengan 3115 Mahasiswa direncanakan tanggal 11 Februari 2009 seluruh materi sudah terunggah dan akan diresmikan oleh Mendiknas. Acara Selanjutnya pembahasan RAKORNAS APTIKOM 2009 oleh Ibu Simbolon yang akan diselenggarakan di Manado 17-19 November  DI Sulawesi Utara. Agenda utama peluncuran e-jurnal aptikom, ceramah mario teguh dengan materi pengembangan diri, James Quik Pengembangan Potensi Kampus.

E-BURSA INFORMATIKA

E-BURSA INFORMATIKA

Oleh: A. Batinggi

Ketua STIMEDNusa Palapa/Ketua APTIKOM Wilayah IX Sulawesi

Mengapa Perlu e-Bursa Informatika?

Perkembangan pesat teknologi informatika dan komonikasi (TIK) telah merubah tata cara manusia bersikap dan berperilaku dewasa  ini, terutama dalam kaitannya dengan proses komunikasi dan interaksi. Adalah merupakan suatu kenyataan bahwa hampir semua bidang industri dan aspek kehidupan masyarakat modern tidak luput dari jangkauan teknologi ini,  karena  telah terbukti mampu mendatangkan sejumlah nilai dan manfaat signifikan bagi perkembangan jaman dan peradaban umat manusia. Kemajuan teknologi yang tumbuh pesat secara eksponensial ini telah menghasilkan sejumlah situasi yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh umat manusia.

Fenomena seperti bumi terasa menjadi semakin kecil, masyarkat tekesan bertambah kritis, bisnis tumbuh jauh lebih dinamis, ekonomi bergerak secara fluktuatif,  dan politik antar negara bergejolak tak menentu, hanya merupakan suatu tanda-tanda jaman dan bukti bahwa pada dasarnya dunia telah banyak mengalami perubahan yang sangat mendasar (Friedman,2005).

Pendidikan sebagai sebuah proses dan industri, tidak terlepas pula dari jangkauan perkembangan teknologi ini. Bahkan petinggi dan peneliti UNESCO menilai bahwa dampak terbesar dari perkembangan TIK  di dunia ini justru akan menimpa sektor pendidikan. Diperkirakan puncak dari implementasi  TIK dalam dunia pendidikan akan secara revolusioner berdampak pada terjadinya proses transformasi besar-besaran dalam proses mengajar – belajar di sekolah maupun pada lembaga atau institusi pendidikan formal lainnya,  dari tingkat pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi (UNESCO, 2002).

Terlepas dari telah begitu banyaknya pihak yang menerapkan dan mengimplementasikan TIK dalam institusi pendidikannya, tidak sedikit pula mereka masih mempertanyakan isu-isu seputar kenyataan ini, seperti: Bagaimana hal tersebut dapat terjadi ?. Aspek apa saja yang melatar belakanginya ? Mengapa perlu mencermati kecenderungan ini? Adakah peluang dari kesempatan yang dapat dimanfaatkan? Persiapan sepertiapa yang harus dilakukan oleh para praktisi pendidikan?.

Apa itu e-Bursa Inforamatika ?

Istilah electronic Bursa (e-Bursa) pada awalnya bernama NEXT (National E-learning X-Change Teknology). Perubahan nama ini atas saran Menteri Pendidikan Nasional dan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dalam pertemuan resmi dengan seluruh pengurus inti APTIKOM. Pada dasarnya ada sepuluh pilar aplikasi utama yaitu :

1. E-Course; Merupakan program sharing pelaksanaan kegiatan belajar mengajar berbasis modul dan/ atau mata kuliah antar program studi.

2. E-Curriculum; Merupakan program penyusunan bersama kurikulum dan bidang peminatan yang akan diacu sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar.

3. E-Reference; Merupakan program pengolahan hasil karya tulis untuk dapat dipakai secara kolektif dengan berpegang pada perinsip HAKI dan Etika.

4. E-Conference; Merupakan program koordinasi pelaksanaan konferensi, seminar, dan lokakarya yang dilaksanakan oleh institusi pendidikan  tinggi.

5. E-Research; Merupakan program kemitraan yang dapat mensinergikan kepentingan institusi dengan stakeholder-nya seperti pemerintahan dan industri.

6. E-Partnerships; Merupakan program kerjasama antara asosiasi dengan sejumlah pihak internasional untuk meningkatkan kinerja pendidikan.

7. E-Governance; Merupakan program kesepakatan kerjasama antar perguruan tinggi untuk saling meningkatkan kinerja governance dan tata kelolanya.

8. E-Certificate; Merupakan program partisipasi kegiatan pembelajaran untuk mendapatkan kompetensi dan keahlian di bidang tertentu.

9. E-Profile; Merupakan program pengelolaan dan pemutakhiran basis data anggota asosiasi beserta hal-hal terkait didalamnya.

10. E-Marketing; Merupakan program sosialisasi dan pengenalan asosiasi pada stakeholder-nya demi terjalinnya kerjasama saling meguntungkan.

Selama ini pergurun tinggi dikenal sebagai  “ menara gading “ harus diubah menjadi “ bursa atau pasar “  tempat dipertukarkannya ilmu pengetahuan yang bisa dikunjungi oleh siapa saja yang ingin  meningkatkan kompetensinya. Bentuk institusi yang  Single Block dalam arti kata bahwa setiap jalur kerjasama jenis apapun harus mendapatkan persetujuan secara birokratis dari si-empunya (Yayasan atau badan hukum lain) harus mulai diubah menjadi Multi Block dimana masing-masing unit dalam perguruan tinggi dapat secara mandiri menjalin kerjasama dengan siapa saja sejauh mematuhi aturan main yang telah disepakati bersama (rule of the conduct).

Pembelajaran tidak hanya dapat  dilakukan diruang kelas, tetapi dapat dilakukan kapan saja dan dari mana saja melalui E-learning.

Bagaimana implementasi E-Bursa Informatika ?

Pendekatan Penerapan Inisiatif Kolaborasi antar Perguruan Tinggi.

Belajar dari keberhasilan sejumlah inisiatif berskala nasional seperti e-Bursa ini, APTIKOM sadar  akan adanya sejumlah prinsip pengembangan yang harus dianut dan diikuti sungguh-sungguh, antara lain:

  1. Memulai implementasi secara bertahap dari yang paling sederhana hingga bersifat kompleks.
  2. Mencari  jenis aplikasi  e-Bursa yang dapat memberikan manfaat secara langsung kepada segenap anggota APTIKOM.
  3. Melibatkan pihak-pihak kepentingan yang saling tertarik untuk mengembangkan inisiatif terkait kerena sifatnya yang secara langsung memberikan nilai dan manfaat bagi seluruh pihak.
  4. Mempertemukan antara pihak yang membutuhkan dan yang menyediakan dalam sebuah “ pasar “ pengetahuan yang menarik untuk dikembangkan.
  5. Memungkinkan untuk segera memulai karena kemudahan pengembangan dan implementasinya ; dan
  6. Memecahkan sejumlah masalah yang dihadapi anggota APTIKOM sekaligus sehingga mendapatkan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.

Dengan berpegang kepada prinsip pendekatan inilah maka untuk  tahap  uji coba pertama, akan dikembangkan suatu mekanisme penjurusan atau peminatan fokus bidang studi yang akan bermuara pada pemberian gelar minor tambahan di belakang gelar sarjana SKOM yang saat ini menandai setiap alumni lulusan Informatika. Agar memiliki bobot dan kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan, maka mekanisme peminatan fokus bidang studi ini akan dilaksanakan melalui implementasi konsep “ multi sourcing “ dengan memanfaatkan e- Bursa yang ada. Untuk mempermudah pembahasan, bentuk kerjasama dalam sebuah entitas bersekala  nasional ini selanjutnya dinamakan e-Bursa APTIKOM.

Studi Pemanfaatan dan Gelar Minor sebagai Uji Coba Konsep

Seperti telah dipaparkan sebelumnya, setiap mahasiswa Informatika akan mengambil sejumlah mata kuliah yang berasal dari Ilmu Pengetahuan Inti sebelum akhirnya memilih satu dari lima bidang studi yang ingin digelutinya. Setelah itu, biasanya yang bersangkutan akan mengambil sejumlah mata kuliah pilihan atau peminatan sesuai dengan spesialisasi ilmu yang ingin ditekuninya. Masalah yang dihadapi adalah :

  1. Begitu banyaknya jenis profesi yang ada di industri sehingga tidak setiap perguruan tinggi mampu menjawab ragam permintaan yang berasal dari masing-masing peserta didik atau mahasiswa informatika yang ada di perguruan tinggi.
  2. Seandainya institusi terkait bersedia untuk mengalokasikan sumber dayanya untuk mengembangkan sejumlah peminatan, cukup sulit mendapatkan tanaga pengajar dan buku referensi yang terkait dengan bidang fokus tersebut.
  3. Ragam profesi yang ada pun secara dinamis dan kontinyu berevolusi dari masa ke masa sesuai dengan perkembangan teknologi yang sedemikian cepat, sehingga cukup sulit untuk dapat mengambangkan mata kuliah yang “langgeng”
  4. Begiti sedikit, terbatas, dan terpencarnya pakar atau ahli bidang studi peminatan tertentu di tanah air sehingga tidak semua institusi berkesempatan dan berpeluang menyelenggarakan serangkaian mata kuliah spesialisasi seperti yang diinginkan.

Berpegang pada isu dan konteks inilah maka APTIKOM melalui sejumlah pertemuan internasional dan diskusi formal bersama pemangku kepentingan terkait seperti Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, dan Badan Akreditasi Nasional- sepakat untuk menjalankan suatu konsep uji coba implementasi e- Bursa untuk keperluan penyelenggaraan mata kuliah peminatan (atau pilihan) yang akan  bermuara pada pemberian gelar kompetensi khusus (baca:gelar minor) di belakang gelar akademik Sarjana Komputer atau SKOM. Untuk  tahap awal, sesuai dengan kebutuhan industri dalam negeri dan dalam rangka persaingan global dengan bangsa lain, maka diperkenalkan sepuluh buah bidang peminatan khusus Informatika, yaitu masing-masing untuk bidang kekhususan:

  1. Information Technology Project Management untuk gelar SKOM (IT Project Management).
  2. Information System Technology Audit untuk gelar SKOM (IS/IT Audit).
  3. Electronic Commerce untuk gelar SKOM (E-Commerce)
  4. Electronic Government untuk gelar SKOM (E-Government)
  5. Knowledge Management untuk gelar SKOM (Knowledge Management]
  6. IT Security untuk gelar SKOM (Information Technology Security)
  7. Datawarehouse Management untuk gelar SKOM (Datawarehouse)

8. IT and IS Architecture untuk gelar SKOM (Information Technology and System Architecture)

9. Network Analysis and Design untuk gelar SKOM (Network)

10.  Application Development untuk gelar SKOM (Application)

Agar seorang mahasiswa dapat memiliki kompetensi khusus tersebut, maka yang bersangkutan harus menyelesaikan sekitar  6 {enam} mata kuliah tertentu dengan total kredit 12 SKS yang tersedia di e-Bursa .

Pelaksanaan Konsep “Credit Transfer” antar Anggota APTIKOM

Credit Transfer adalah suatu mekanisme dimana seorang mahasiswa dapat mengambil mata kuliah dari perguruan tinggi lain di luar dari tempat bersangkutan mendafar, dan mentransfer SKS yang diperolehnya ke dalam kurikulum lokal perguruan tingginya. Untuk dapat melakukan hal ini, sejumlah prasyarat dibutuhkan antara lain:

  1. Ketersediaan perguruan tinggi yang bersangkutan untuk menerima transfer kredit dari penguruan tinggi yang lain sejauh tidak melebihi batas jumlah SKS yang telah disepakati bersama.
  2. Ketersediaan perguruan tinggi yang memiliki mata kuliah pilihan unggulan untuk memperbolehkan mahasiswa perguruan tinggi lain mengambil atau berpartisipasi dalam perkuliahan tersebut melalui mekanisme e-learning.
  3. Adanya kemampuan dan kemauan dari kedua belah pihak perguruan tinggi untuk melakukan kerjasama pengambilan mata kuliah tersebut melalui metode e-learning.
  4. Disepakatinya prosedur dan mekanisme administrasi transfer antara kedua belah pihak yang memberikan manfaat dan keuntungan bagi seluruh pemangku kepentingan yang berpartisipasi;
  5. Diterapkannya aturan mengenai penyelenggaraan e-learning yang efektif dan tidak mengorbankan unsur kualitas.
  6. Terdapatnya penyedia infrastruktur dan aplikasi untuk penerapan e-learning seperti yang diharapkan;
  7. Didirikannya pusat clearing house sebagai pihak independen yang akan mengesahkan terjadinya proses kredit transfer yang dapat  dipertanggungjawabkan kebenarannya; dan

8. Tersedianya standar kualitas penyelenggaraan transfer kredit yang berisi syarat-syarat seperti: jenis, representasi, dan kedalaman materi yang ditawarkan, dosen pengajar dan pengampu mata kuliah, krakteristik mahasiswa, model proteksi terhadap hak atas kekayaan

Kapasitas Apliksi E-learning yang Dipergunakan

Implementasi inisiatif credit transfer ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi e-learning yang telah tersedia. Untuk kebutuhan pengambilan mata kuliah secara mandiri yang bersifat asinkronus, dipergunakan aplikasi e-learning yang telah mapan yaitu Moodle: sementara untuk metode  e-learning yang bersifat sinkronus, dipergunakan aplikasi e-learning buatan R&D yang oleh APTIKOM dinamakan Open Learnware.

Alur  Pengembangan Ragam Aplikasi e-Bursa Nasional

Jika dilihat secara sungguh-sungguh, implementasi jangka pendek credit transfer sebenarnya telah menerapkan sejumlah application flagship sekaligus, antara lain :

  1. E-Curriculum – karena didalamya merupakan pertukaran dan kalaborasi konten kurikulum untuk mata kuliah pilihan (baca: elective courses)
  2. E-Course – karena pada pelaksanaannya telah terjadi metode pembelajaran e-learning terhadap mata kuliah pilihan yang dipertukarkan;
  3. E-Conference – karena telah mengikuti sejumlah video conference yang selama ini diselenggarakan oleh perguruan tinggi melalui INHERENT; dan
  4. E-Certificate – karena keberhasilan memperoleh sertifikat keahlian dapat disetarakan dan dipertukarkan dengan sejumlah kredit.

Penulis,

Kurikulum Informatika Kurang Tepat Press Release HU Galamedia

15/03/2007

Kurikulum Informatika Kurang Tepat


SURAPATI, (GM).-
Ketertinggalan Indonesia dari negara lain di bidang informatika diduga akibat penerapan kurikulum yang kurang tepat. Untuk itu, pemerintah sudah seharusnya memperhatikan kurikulum informatika secara menyeluruh dimulai dari tingkat pendidikan dasar menengah (dikdasmen).

Hal itu dikatakan Ketua Steering Committe Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Komputer (Aptikom), Dr. Iping Supriana Suwardi, Ir., D.E.A. didampingi Ketua Organizing Commite, A. Edi Sudiarto, M.T., dan Solikin, S.Si., M.T. dalam jumpa pers di Rumah Makan Sindang Reret, Jln. Surapati Bandung, Rabu (14/3).

Menurut Iping, berdasarkan informasi dari Microsoft Indonesia, materi mata kuliah informatika yang diajarkan di Indonesia untuk perguruan tinggi (PT) ternyata di India, Bangladesh, Taiwan, dan Singapura misalnya, sudah diajarkan di sekolah menengah, bahkan tingkat dasar. “Misalnya untuk mata kuliah algoritma yang merupakan mata kuliah inti di program studi informatika, ternyata di negara lainnya itu sudah diajarkan sejak sekolah dasar,” bebernya.

Sebagai bagian dari penyusun kurikulum selain pemerintah, industri, dan PT, lanjutnya, sudah seharusnya Aptikom memikirkan langkah guna memperbaiki keadaan tersebut.

Gelar beragam

Aptikom yang akan menyelenggarakan musyawarah wilayah (muswil) untuk wilayah IV Jabar dan Banten pada 21 Maret di Kampus Universitas Widyatama, Jln. Cikutra 204 Bandung, berencana akan memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait pemberian nama fakultas dan program studi (prodi) pada bidang studi ilmu informatika. Karena, hal itu berakibat pada pemberian gelar yang disandang para lulusan informatika.

“Saat ini di Jabar dan Banten terdapat sekitar 148 PT informatika dengan 262 prodi. Yang jadi masalah misalnya, informatika itu tempatnya beragam seperti pada fakultas teknik, MIPA (matematika dan ilmu pengetahuan alam), dan bahkan biologi. Sehingga, pemberian gelar pada lulusannya beragam seperti S.Kom. (sarjana komputer), S.T. (sarjana teknik), S.Si. (sarjana science), dan lainnya,” paparnya. (B.107)**